Tempdrop, Perangkat Akurat Untuk Mengetahui Masa Subur

Tempdrop syncs with any fertility app. Photo by Shahar Tamir Studio

 

Michael Vardi adalah seorang ayah dari anak berusia 6 tahun, memiliki gelar sarjana teknik mekanik dan biomedis, penemu startup biomed, sangat terkejut saat mengetahui bahwa dia dan istrinya telah menghabiskan waktu selama delapan bulan untuk mencoba hamil anak kedua.  Dia menyadari bahwa dia tidak tahu bagaimana cara berhubungan intim yang optimal agar bisa terjadi kehamilan.

Vardi lalu melakukan penelitian dan menemukan bahwa bahwa ada korelasi yang menakjubkan antara suhu tubuh saat tidur dan ovulasi wanita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, kita perlu mengetahui kapan tepatnya terjadi ovulasi, baik untuk merencanakan kehamilan maupun tidak menginginkan kehamilan.

Banyak aplikasi kesuburan smartphone yang dapat membantu untuk menemukan waktu yang tepat kapan masa subur yang dapat memberi kemungkinan terjadinya kehamilan. Namun, kita perlu alat yang tepat untuk mengukur parameter agar dapat masuk ke aplikasi sesuai perhitungan.

Vardi menemukan ide bahwa faktor terpenting adalah mengetahui suhu tubuh wanita saat tidur yang memang sulit diukur secara akurat.  Kondisi ini mengilhami Vardi menciptakan startup selama masa kandungan bayinya yang kedua

 

Tempdrop’s wearable device measures ovulation-related vitals overnight. Photo by Shahar Tamir Studio

 

Pada tahun 2013, Vardi mulai menciptakan Tempdrop, yaitu perangkat yang dapat dipakai untuk melacak perubahan suhu basal wanita saat tidur yang membantu memprediksi masa ovulasi. ( Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dicapai tubuh selama istirahat, dalam keadaan tidur).

Bagaimana Tempdrop bekerja?
Sepanjang malam, perangkat ini mengumpulkan ribuan titik data pada pergerakan suhu tubuh saat wanita sedang tidur. Pada waktu dilepas di pagi hari, Tempdrop secara otomatis disikronkan dengan aplikasi kesuburan pada smartphone, untuk memasukkan data akurat yang akan diolah oleh alogoritmanya, yang dalam aplikasi Android disebut Ovuview.

Awalnya, Tempdrop diluncurkan dengan label “Made In Israel” yang dijual dengan harga $120, dan preordernya dipasarkan secara online selama 3 tahun ke Amerika, Kanada, Jerman, Rusia dan Israel sendiri.

Meskipun butuh waktu lama dari yang diharapkan Vardi untuk men-tweak (melakukan sedikit perubahan untuk meningkatkan performa sebuah hardware atau software) produk terakhirnya, dia tidak pernah meninggalkan idenya.

Selama berbulan-bulan Vardi dan istrinya berada dalam masa “mencoba hamil” dan saat itu sudah ada monitor kesuburan yang tersedia dan semakin banyak aplikasi kesuburan. Tetapi, tidak ada satu perangkatpun yang bisa menghubungkan keduanya.

Vardi mempunyai obsesi, bahwa dia ingin mengembangkan alat untuk semua aplikasi kesuburan sehingga setiap orang bisa menggunakan smartphone sebagai monitornya.

Awal 2014, Tempdrop meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk memvalidasi pasar dan pengembangan purwarupa.  Tempdrop mendirikan perusahaan pada bulan Juni yang baru selesai delapan bulan kemudian, dan mitra manufakturnya di Kfar Saba adalah H.A. Component, yang mengambil bagian sebagai penanggungjawab biaya produksi.

 

 

Vardi mengumpulkan tim ahlinya untuk memperjuangkan Tempdrop, yang terdiri dari:

  • Talithia Williams dari Rice University, seorang PhD dibidang  statistika  yang memberikan TED Talk  dan sangat popular dibidang konsepsi;
  • Ari Shechter, dari Columbia University ahli dibidang chronobiology manusia;
  • Joseph Hasson, seorang spesialis infertilitas yang sebelumnya bergabung dengan the IVF & Infertility Center at Tel Aviv Medical Center dan sekarang di McGill University Reproductive Center in Canada..

Hasilnya, lulus semua tes sertifikasi, di Eropa dengan Sertifikasi CE dan di Amerika Serikat dengan Sertifikasi FCC. Tempdrop tidak memerlukan persetujuan Food And Drug Administration karena ini bukan perangkat medis.

Setelah hampir lima tahun perjalanan panjangnya, Tempdrop memperoleh hibah dari Otoritas Inovasi Israel, yang membuat perusahaan dapat berkembang dan mempekerjakan banyak orang Israel di perusahaan perakitannya di Ma’alot Israel Utara.

Berkat penemuannya itu, Vardi dan Istrinya sekarang adalah orang tua dengan 3 orang anak yang lucu.

 

Artikel bersumber dari israel21c.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *