Solusi Efektif Warrior QinFlow Untuk Pasien Hipothermia

Fluids for trauma patients must be warmed to body temperature. Image by Jaromir Chalabala/Shutterstock.com

 

Dua orang paramedik IDF (Israel Defence Force)  bertekad untuk menciptakan solusi yang memudahkan anggota paramedik dalam menolong pasien yang mengalami hipotermia. Pengalaman menolong tentara yang terluka selama bertahun-tahun, dimana mereka harus menggendong baterei  seberat 26 pound (sekitar 11,8 kg) untuk peralatan power blood warming.

Mereka kemudian bertemu dan berkolaborasi dengan Ariel Katz, Executive Director for Commercial Affairs di QinFlow, yang telah selesai mengikuti kursus singkat Quality in Flow. QinFlow sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2008. Dalam kolaborasi itu mereka mencari terobosan teknologi untuk sebuah sistem yang efisien dan maksimal dalam proses menghangatkan darah dan cairan IV.

Katz menjelaskan, bahwa manajemen suhu tubuh merupakan komponen kunci dalam menyelamatkan korban trauma.  Hipotermia yang mengancam jiwa manusia adalah suatu kondisi dimana suhu tubuh berada dibawah 35°C atau 95°F, dan bisa terjadi hingga 67% pasien trauma karena kehilangan darah. Keadaan ini harus segera diatasi dengan cepat dengan cairan penghangat suhu tubuh .  Biasanya, darah masih bisa terkendali pada suhu 4°C atau 40°F.

 

QinFlow’s Ariel Katz demonstrating the fluid-warming device at the Medica Conference in Dusseldorf in November 2016. Photo: courtesy

 

Sistem Modular Warrior QinFlow diperkenalkan pada  awal 2014 sebagai satu-satunya solusi portable untuk menghangatkan suhu tubuh yang sudah mendekati 0°C atau 32°F menjadi normal kembali dalam waktu hanya 11 detik. Sistem ini 3-5 kali lebih cepat dari pada perangkat alternatif lainnya, dalam proses mengalirkan cairan penghangat, dengan hanya menggunakan baterei tunggal.

The Israel Export Institute and International Cooperation Institute memasukkan QinFlow diantara 60 peralatan medis terbaik Israel dan teknologi IT kesehatan, yang ditampilkan dalam  International Medica Conference di Dusseldorf, pada bulan November 2016 yang lalu.

Qinflow juga bisa digunakan dengan daya listrik AC (Semacam baterei), bentuknya ringan, bebas perawatan dan dirancang untuk mudah dibawa dari titik lokasi korban  sampai ke poli gawat darurat, atau ke ruang operasi atau ke ruang perawatan intensif (ICU).  Sehingga, tidak hanya tim SAR yang membeli perangkat buatan Israel ini, namun banyak juga rumah sakit yang menyediakan layanan terpadu.

Perangkat Warrior QinFlow tersedia melalui distributor di sebagian besar Eropa. Setelah mendapatkan persetujuan dari US Food and Drug Administration pada musim gugur 2016 yang lalu, perusahaan mampu memenuhi permintaan  dari unit evaluasi di 15 Trauma Center tingkat satu, Organisasi Helicopter EMS dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Katz mengatakan pada ISRAEL21c: “Di lingkungan manapun, produk ini dapat dioperasikan hanya dengan 1 tombol on/off,  mampu menghangatkan cairan darah dalam hitungan detik, tidak memerlukan latihan intensif, suku cadangnya tersedia untuk perawatan alat, dan pekerjaan perawatan darurat yang professional itu sangat tinggi harganya”

Dr. Danny Epstein, seorang dokter ahli penyakit dalam di Ramban Health Care Campus di Haifa, menggunakan Warrior QinFlow dalam melaksanakan pekerjaannya di rumah sakit IDF yang didirikan di Nepal setelah gempa 2015.

“Semua pasien yang kehilangan banyak darah akan menjadi hipotermia dan bila itu terjadi maka akan membahayakan proses koagulasi (Wikipedia.org; suatu proses yang rumit di dalam sistem koloid darah yang memicu partikel koloidal terdispersi untuk memulai proses pembekuan), pendarahan bisa lebih banyak dan hipotermia juga makin tinggi. Ini adalah hal yang menakutkan”, kata Epstein kepada ISRAEL21c.

Katz menambahkan, bahwa ada cairan penghangat darah dan cairan infus IV pra rumah sakit yang belum bisa mengatasi kondisi suhu dibawah 20°C/68°F,  terutama untuk menangani pasien yang membutuhkan aliran yang intensif.

Perangkat rumah sakit untuk menghangatkan cairan darah seringkali rumit dipasang, memerlukan pemanasan hingga 7 menit, dan tidak mudah dipasangkan pada  pasien dari satu situasi darurat ke rumah sakit lainnya.

“Kekurangan ini memiliki implikasi yang membahayakan bagi pasien trauma”, kata Dov Nachshon, CEO QinFlow. Dia mencatat bahwa perangkat Warrior QinFlow dapat dipasang di tiang, kereta api, atau tandu.

“Meskipun mereka memiliki solusi lain, rumah sakit lebih suka menggunakan sistem kami untuk kesiapan yang cepat, kesederhanaan pemasangan dan portabilitasnya”, imbuh Nachshon.

Saat ini, markas besar QinFlow ada di Kibbutz Einat, dan unit produksinya sebagian dikerjakan di Kibbutz dan sebagian lainnya dikerjakan oleh subkontraktor dari Israel Utara.

 

Artikel bersumber dari israel21c.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *