Sekarang Ada Kapas Hibrid Yang Dapat Membunuh Kuman Dan Virus

Illustration via Lightspring/Shutterstock.com

 

Perang melawan virus penyakit dan kuman yang tahan terhadap obat antibiotik merupakan hal yang terus diperjuangkan oleh para ilmuwan, selain menemukan obat dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Itu sebabnya, Carrefour, perusahaan superstore kelas dunia yang berpusat di Perancis dan jaringan hotel mewah Far East, tertarik dengan tekstil anti kuman yang ditemukan oleh Argaman Technologies  yang berpusat di Yerusalem dan diproduksi di dalam pabrik yang mereka bangun sendiri.

Carrefour yang mempunyai jaringan 12.000 toko ritel di 30 negara sedang menguji CottonX Argaman yang disebut sebagai kapas 100%hibrid pertama di dunia, dan akan menggunakannya sebagai bahan untuk seragam yang dijuluki “The Uniform that Cares”.

Insinyur Tekstil Jeff Gabbay adalah pendiri, sekaligus CEO Argaman dan penemu CottonX, mengajak tim ISRAEL21c berkunjung ke pabrik tersebut. Di situ diperlihatkan adanya partikel tembaga oksida yang disempurnakan secara ultrasonik dan permanen disulap menjadi serat kapas dengan menggunakan teknik ramah lingkungan.

 

Argaman Technologies’ machinery was custom designed for cavitating cotton with active copper oxide. Photo: courtesy

 

99% bakteri dan virus akan mati dalam hitungan detik setelah berhubungan dengan tembaga oksida, dan bakteri menjadi tidak resisten terhadap tembaga oksida seperti pada antibiotik, demikian penjelasan Gabbay

Disisi lain, rumah sakit- rumah sakit di Amerika Serikat menghabiskan biaya sampai $25 miliar per tahun untuk menghadapi serangan infeksi.  The US Centers for Disease Control baru saja selesai melakukan percobaan untuk memeriksa efektivitas sprei CottonX, sarung bantal, dan piyama yang sering menjadi sarana penyebaran infeksi di rumah sakit.  Hasil percobaan itu akan segera diterbitkan.

 

CottonX is the first-ever bio-inhibitive 100% cotton. Photo courtesy of Argaman Technologies

 

CopperX sedang dikembangkan menjadi masker wajah yang nyaman dan dapat dipakai kembali untuk pasar raksasa China, dimana polusi udara menjadi masalah utama, demikian kata Edwin Keh, Ketua Hong Kong Research Institute for Textiles and Apparel. Pusat penelitian dan Komersialil nirlaba yang dikelola oleh pemerintah ini,  diperkenalkan kepada Argaman tahun lalu sebagai hasil dari nota kesepahaman industri yang ditandatangani di Israel dan Wilayah Administratif Khusus Hong Kong pada bulan Februari 2014.

Salah satu produsen garmen terbesar di dunia yang berpusat di Hong Kong menjadi investor strategis di Argaman.

 

Edwin Keh, head of the Hong Kong Research Institute for Textiles and Apparel. Photo: courtesy

 

Keh mengatakan kepada ISRAEL21c bahwa selain masker, institusinya juga sedang menguji aplikasi bahan CottonX hypoallergenic, yang bisa mensterilkan kabin dipesawat dan interior hotel.

“Tujuan kami adalah untuk melisensikan teknologi Argaman dan menggabungkan dengan beberapa teknologi manufaktur yang bisa menghasilkan produk untuk  komersial, seperti tirai, handuk, tempat tidur, yang ramah lingkungan dan lebih higenis”

Keh mengatakan bahwa ia berharap dapat memperluas kerjasama dengan perusahaan Israel, bukan hanya teknologi canggih di bidang industri tekstil, tetapi juga pada bidang teknologi pengelolaan air, pemintalan, pencelupan, pertenunan dan pertanian kapas.

“Kami ingin membuat kisah sukses dari kolaborasi dengan Argaman, dan kami berharap ini akan menjadi yang pertama dari banyak hal”, kata Keh selanjutnya.

Keh juga tertarik pada beberapa sifat CottonX selain bisa mengontrol kuman. CottonX yang  menamkan berbagai konsentrasi tembaga oksida membuatnya menjadi tahan api, konduktif listrik (potensial untuk pemantauan medis dan pasar militer), dan mampu menghilangkan keriput wajah bahkan selulit.

“Kami tahu berapa banyak bahan aktif yang kita butuhkan dalam serat yang efektif untuk tujuan berbeda, mulai dari menghilangkan keriput wajah hingga membunuh bakteri yang membandel.  Dengan kemampuannya yang dapat mengendalikan kandungan bahan aktif, kami dapat memastikan kualitas yang kosisten”, kata Gabbay kembali.

Dalam waktu dekat, CottonX akan segera meluncurkan kaos kaki kesehatan untuk melindungi kaki atlet dan kaki penderita diabetes. Selain itu, bersama-sama dengan perusahaan Amerika Serikat yang dipimpin oleh mantan eksekutif L’Oréal dan Revlon, akan mengembangkan tekstil kosmetik, masker wajah, sarung bantal, sarung tangan, kaus kaki dan syal, masing-masing dikemas dengan krim hibrid alami yang ditanamkan dengan akselerasi tembaga oksida.

Argaman saat ini sedang berdiskusi dengan firma Fashion Global untuk menciptakan merek produk “life style” baru.

 

These masks kill, rather than filter, viruses and bacteria as they pass through. Photo courtesy of Argaman Technologies

 

Argaman juga sedang mengembangkan pakaian yang dapat memberikan kemoterapi transdermal atau perawatan farmasi lainnya dan bahan serat optic yang bisa memberikan fototerapi kepada pasien psoriasis atau bayi baru lahir yang mengidap penyakit kuning.

Argaman adalah anggota konsorsium lima tahunan yang baru didirikan pada program the Israel Innovation Authority’s MAGNET, yang bertujuan untuk menyatukan perusahaan teknologi dan industri dengan lembaga penelitian akademis untuk  mengembangkan teknologi memproduksi smart fabrics.

“Kami tidak hanya membangun konsep dari akademisi sampai pada tingkat yang dibutuhkan industri, tetapi kami juga memiliki kemampuan menginformasikan ke semua anggota industri untuk lebih memahami sains, sampel dan industri, jumlah bahan baru seandainya konsep itu dikomersialkan, “ kata Gabbay mengakhiri.

 

The Argaman Technologies team in its Jerusalem factory. CEO Jeff Gabbay is fourth from right. Photo: courtesy

 

Selengkapnya ada di israel21c.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *