Inilah 5 Hotel Papan Atas Di Israel Bagi Pencinta Desain Bangunan

The ELMA Arts Complex and Hotel. Photography: Elgaard

 

Kota Tel Aviv adalah surga bagi 4.000 bangunan Bauhaus (Bauhaus adalah sebuah gaya arsitektur yang didirikan oleh Walter Gropius pada tahun 1919, yaitu bentuk bangunan yang mengikuti fungsi yang ada pada bangunan tersebut) dan telah lama menjadi kiblat bagi pecinta desain modern.  Arsitektur bangunan di Tel Aviv telah berkembang sejak ribuan tahun lalu, dari townhouse era Ottoman hingga Sanatorium dengan desain Brutalis yang semuanya merupakan mahakarya.

Di Israel, ada 5 hotel yang sangat digemari para pecinta desain yang menggambarkan kekayaan sejarah.

 

Efendi Hotel, Acre

 

Photography: Asaf Pinchuk / Efendi Hotel

 

Efendi Hotel adalah Hotel Butik yang merupakan gabungan dua rumah di Era Ottoman 400 tahun yang lalu, dan menyatu menjadi istana di abad 19.  Tempat ini kemudian dipugar dengan sangat cermat oleh pemiliknya Chef Uri ‘Buri’ Jeremias.  Di tempat yang tenang ini ada pabrik minyak zaitun yang berumur 800 tahun dan telah dipugar menjadi gudang anggur serta hammam/ruang sauna pribadi.

 

ELMA Arts Complex, Zichron Yaakov

 

Courtesy of United Design Partnership

 

Desain Brutalis pada awalnya dibangun untuk sebuah sanitarium, membuat Arsitek Yaakov Rechter memperoleh hadiah dari the Israel Award for Architerture. Namun perjalanan hidupnya yang mengalami keterpurukan, membuat putranya yang bernama Ammon menyerahkan kepemilikan pada seorang dermawan dan kolektor seni, Lily Elstein.

 

Courtesy of United Design Partnership

 

Elstein kemudian mengubahnya menjadi hotel dan kompleks seni lengkap dengan ruang konsernya, yang dimanfaatkan sebagai galeri dan membuatnya terus berkembang.

 

Villa Brown, Jerusalem

 

Photography: Assaf Pinchuk / Brown Hotels

 

Desain Hotel Butik ini jarang dijumpai dikota yang sangat memukau seperti Jerusalem. Pembukaan villa abad 19 yang bergaya repurposed (digunakan kembali untuk tujuan yang berbeda) oleh Brown Hotel Group merupakan persembahan yang memukau bagi para pengunjung. Dinding batu yang terpapar memberi kesan kilasan sejarah masa lalu. Sementara penggunaan kaca lantai dan langit-langit yang menakjubkan memungkinkan cahaya luhur Jerusalem memancarkan kilauannya berpendar dalam ruang publik hotel di Israel tersebut.

 

The Norman, Tel Aviv

 

Courtesy of The Norman hotel

 

The Norman Hotel yang terletak di jantung kota putih Tel Aviv terdiri dari dua tempat tinggal yang di imajinasikan sebagai hotel kontemporer yang disempurnakan.  Struktur Bauhaus yang mencolok ini dirancang oleh Leo Adler pada tahun 1923.

 

Courtesy of The Norman hotel

 

Suite Room yang berdekatan adalah ciri tradisi Elektik dimana keduanya menampilkan fitur asli seperti lantai keramik yang merupakan seni kontemporer Israel. Bila kita berkunjung ke Norman Hotel, maka akan terasa nuansa dan aura warisan luhur desain Tel Aviv.

 

W Jaffa, Tel Aviv (segera dibuka)

 

Rendering of the upcoming W Hotel Tel Aviv. Credit: Alex Morris

 

Master Minimalis dari Inggris John Pawson dan Firma Israel, Arsitek Ramy Gill juga para desainer urban yang tergabung dalam W Group, merekonstruksi bangunan yang awalnya adalah bekas biara dan rumah sakit di Jaffa, menjadi komplek Hotel dan Apartemen.  Warisan arsitektur situs sejarah ini akan dipertahankan, sementara elemen kontemporer dirancang untuk mencerminkan suasana Jaffa yang semarak, cepat dan segar.  W Jaffa dijadwalkan akan dibuka pada bulan Maret tahun depan.

 

 

Selengkap ada di sini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *